Tuesday, March 29, 2011

The day is finally here..

Menyambung blog gue yang diposting sudah hampir 1 tahun lalu, yang berjudul .. "Mulutmu Harimaumu" .. Ini lanjutannya..

Here I am.. all bags are packed and I'm ready to go! Today I'm leaving Jakarta for Denpasar, and will be leaving Denpasar for Perth the next day.

I'm excited and nervous at the same time. Ini pertama kalinya pergi jauh, dengan penerbangan yang agak lama sama anak-anak. ^^

I still believe that it is not a coincidence. Kembali ke Perth setelah anak pertama gue berumur 5 tahun, ternyata bukan sebuah harapan palsu, bukan hanya sekedar omongan biasa. It has became a reality. I really thank God for that!

oh God.. I am so thankful for everything. You are so good!

Sunday, March 6, 2011

Perth holiday..

25 more days before my Perth holiday. Excited and busy at the same time.. Really have to make a list of things that I will bring for my beloved friends over there.. :)

Can't wait to see you guys.. Miss u abundantly!

Wednesday, February 16, 2011

What a Family really means..

On this day, God wants you to know
... that family is not a name for a group of people, but the quality of relationships between them. Relationships grounded in mutual love, trust, caring and forgiveness. In all the ups and all the downs of life. Look closely, - who is really your family, and who in truth are just strangers in for the ride?

Saturday, January 29, 2011

I Forgive You..

"I forgive you" ... sebuah kata yang sangat mudah dikatakan, tapi sulit dilakukan.. Dalam kehidupan yang saya jalani, banyak sekali orang yang ngomong.. "Gw ga bisa maafin dia. Dia udah nyakitin gw, gini dan gitu, bla bla bla.." tetapi pada orang yang bersangkutan, dia bisa bilang "Iye.. dah gw maapin".. Tapi kenyataannya, dalam hati, kita ga bisa sangkal bahwa kita terluka, dan kita nggak akan bisa maafin orang tersebut. Kita ngomong "I forgive you" cuma semata-mata biar urusan kita sama dia beres. Fullstop.

Dalam sebuah hubungan yang dilandasi cinta / kasih sayang, rasanya memaafkan begitu mudah. Saya berbuat salah sama suami, saya minta maaf, dia memaafkan, dan hubungan berlangsung baik lagi. Dia berbuat salah ke saya, dia minta maaf, saya memaafkan, dan hubungan kembali normal. Demikian juga sama orang yang lagi pacaran.. Pacarnya bikin salah, minta maaf, dimaafkan, jalan lagi. Tetapi buat saya, rule ini ADA selagi hubungan ini dilandasi oleh LOVE.

Saat seseorang tidak lagi memiliki rasa sayang sama pasangannya, di sinilah "pintu maaf" mulai terkunci rapat, dan perceraian / putus terjadi.

Ya memang, disakiti rasanya sakit. Kalo nggak sakit, bukan disakiti namanya. Hehehe.. Tetapi sebuah luka pun ada obat / penyembuhnya kok. Sakit hati juga pasti ada obatnya.. Bagi saya, obatnya itu kembali lagi : LOVE.

Kenapa Tuhan Yesus ajarkan.. "Kasihilah musuhmu.." ? Saya yakin, Tuhan Yesus nggak mau kita hidup dalam kebencian. "Kasihilah sesamamu manusia".. ya, 'musuh' kita pun masih manusia. Dan ingat loh.. kita juga masih manusia biasa.. yang tak sempurna dan kadang salah :P Saat kita membenci seseorang dan hidup dalam kungkungan kebencian, yang rugi itu kita sendiri. Kita nggak bisa menikmati hidup, sebel kalo liat dia 'haha-hehe' ama temen-temennya, rasanya ngedenger suaranya dari jauh aja bawaannya dah uuuuggghhhh... sebel! Yang rugi siapa? Yang meradang siapa? Dia mah lewat ya lewat aja tanpa beban..

Abis itu kita yang kesel sendiri "Duh, tu orang ga peka banget ya? Gak tau apa gw sebel banget ama dia.." Apalagi dianya menegur / mencoba ramah sama kita. Padahal nih.. bagi dia, masalah udah selesai saat kita bilang "I forgive you.." Setelah itu, masalah terbesar ada di dalam diri kita sendiri sebenarnya.

Saat kita mulai berkata "saya ga bisa maafin kamu" .. sadar atau tidak.. kita sudah nggak lagi memiliki kasih..

1 Korintus 13 : 5-7 (versi "The Message") berkata seperti ini:
Love never gives up.
Love cares more for others than for self.
Love doesn't want what it doesn't have.
Love doesn't strut,
Doesn't have a swelled head,
Doesn't force itself on others,
Isn't always "me first,"
Doesn't fly off the handle,
Doesn't keep score of the sins of others,
Doesn't revel when others grovel,
Takes pleasure in the flowering of truth,
Puts up with anything,
Trusts God always,
Always looks for the best,
Never looks back,
But keeps going to the end.
Atau dalam versi lain (New Living Translation).. dikatakan
Love is patient and kind. Love is not jealous or boastful or proud or rude. It does not demand its own way. It is not irritable, and it keeps no record of being wronged. It does not rejoice about injustice but rejoices whenever the truth wins out. Love never gives up, never loses faith, is always hopeful, and endures through every circumstance.


Kadang, saat kita dilukai, kita terlalu mengasihani diri sendiri, karena kita merasa kita adalah 'korban'.. sehingga kita lupa kalau mungkin kita juga pernah menyakiti orang lain baik sengaja maupun nggak sengaja.

Semua orang nggak akan luput dari kesalahan. Yang terpenting adalah kita sadar bahwa kita salah, dan mau memperbaikinya. Terkadang kita terlalu cepat nge-judge orang bahwa dia nggak akan pernah bisa berubah. Eh.. Siapa tau, karena kita, karena masalah ini, dia jadi berubah? We never know..

Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan kebencian... Fill it with love, because love comes from God. Love each other, forgive each other.. let's make this world a better place.

Sunday, January 2, 2011

More Of You

Jesus I am thirsty
Won't You come and fill me
Earthly things have left me dry
Only You can satisfy
All I want is more of You..

All I want is more of You
All I want is more of You
Nothing I desire Lord
But more of You..

Out of my tiredness and sadness yesterday, this song was suddenly played repeatedly in my mind and my heart. I sang and sang .. and I prayed.. Prayed that God will restore and revive me..

Guess what? Within 5 minutes after I said "amen" .. all the weariness, tiredness, sadness, worries disappear.. Thanks God.. I love You more and more..

Saturday, December 18, 2010

Friends Forever..

I always wonder what 'friends forever' is really like.. How do you know that he/she will be your friend forever?

Akhir-akhir ini, mungkin karena kesibukan saya dan Catur, saya merasakan ada 'something missing' in my life. Apalagi ketika saya membuka facebook dan melihat photo updates-nya teman-teman saya dan itu bener-bener membuat saya iri setengah mati. Oh Gosh! I miss them a lot..

Sekali lagi, mungkin karena kesibukan saya dan keletihan yang saya alami, membuat saya berpikir yang tidak-tidak tentang mereka. Dan saya juga mulai introspeksi diri saya, apakah ada yang salah dengan saya? Saya bener-bener merasa 'left out' ..

Saya pikir.. ya sudahlah.. Mungkin memang 'waktu' saya untuk mereka sudah selesai. Sounds 'lebay'?? Hehehe.. ya maklum deh.. saya termasuk tipe 'melankolis'.. :P Dan saya juga bukanlah seseorang yang dengan mudahnya bisa berteman dengan siapa saja. Saya terkesan kaku, pendiam (errr.. Belum tau dia.. Once I talk, I cannot stop.. :D), judes.. (untuk yang ini, I tried not to look like that.. tapi apa daya ya.. bawaan lahir.. Hihihi).. Jadi saat saya bener-bener mendapatkan seorang teman, apalagi sahabat, I'll treasure him/her the most. Saya akui, mungkin terkadang terkesan posesif, mungkin 'keposesifan' saya ini yang membuat saya iri dengan teman-teman saya, atau mereka memilih untuk menjauh dari saya.. Oh well.. time to change, then :p

Tetapi ya gitu.. tiba-tiba muncullah pertanyaan tadi.. "Is there such thing as 'friends forever'.. or do friendships change over time?" Dan konklusi saya jatuh pada "Yes. Friendships do change over time."

It's so nice when friends turn to "best friends".. but it hurts when best friends downgrade to ordinary friends..

I found some quotes about friendship that I like..

“Good friends are like stars.... You don't always see them, but you know they are always there”

“Many people will walk in and out of your life, but only true friends will leave footprints in your heart”

Anyway, may be it's just a part of my mellow 'curhat' .. Treasure your friends!

Monday, November 22, 2010

All My Way

The day I chose to give my life to You
Is the day that everything began to change
The problems that I faced
Were getting stronger
I thought when I got saved
My problems would go away
But the change I made
Began to really take a toll on me
And when I told my friends about You Lord
The laughed hysterically
But no matter what they say
Or what they choose to think of me
I'm gonna stay here strong
For You my Lord
No matter what the cost may be

I'm gonna serve You
Because I love You
I'm going with You
All the way
When friends forsake me
I won't let it break me
I'm going with You
All the way
All the way

Now the problems that I face are getting smaller
Because my faith in You
Is getting oh so strong
The peace and love from You
It keeps me standing
Through anything I go through
I know that I can't lose
'Cause the more I pray
The more I feel Your strength inside of me
And the more I seek Your face
I find You're all I really need
And this feeling that I feel
I've never felt since I've been free
I'm gonna stand here strong
For You my Lord
No matter what the cost may be
(All The Way - Ron Kenoly)

I was doing my cardio when I listened to this song. Oh well.. although I have the original CD, but I never listened to it before. The song itself is not special, the tunes are not catchy.. but it was the lyric that struck me and made me pause my exercise for a while..

It is true that as Christians, we sometimes think that life will be very easy.. our problems will be *poof* disappear.. but sorry to say, it won't happen. Problems will make us stronger.. stronger in faith to God and stronger to face our daily life. I love the phrase "The more I pray, the more I feel Your strength inside of me" .. Yup, problems might still arise in our life, but God will strengthen us for sure, IF we pray without ceasing.

Be strong, fellas! God bless you!

Monday, November 8, 2010

Wealthy

On this day, God wants you to know...
that letting go makes you wealthier. Wealth is never measured by what you have, but by what you can give away. You are rich with money when you can afford to donate. You are rich with love when you can give love freely. You are rich with God when you can behold your enemy with compassion.

Monday, October 11, 2010

Help..

God.. Help me... I don't want to hate them...

Wednesday, October 6, 2010

worried..

Oh well.. It's midnight here..

I have just finished my homework, while accompanying my dearest husband watching DVDs.. He's asleep now.. :)

I have mixed feelings now. On one side I feel like going out and having a chit chat with my friends, but in the other hand, I also don't know what to share. Hihi.. I don't know.. it's just so hard to explain... The 'period' has successfully increased my sensitive and gloomy side. Hehehe..

I was doing my check-writing homework.. when suddenly I started to worry. The difficult times I faced around a month ago probably caused a bit of a trauma. As I was writing down the numbers on the checks, I asked God over and over.. "God, will I be able to pay all of these? I'm scared.." Even until now, the moment that I typed this blog, I'm still way too scared. I really would like to run away if I could.. But too bad, I can't..

I'm worried.. I'm scared..

I know worry won't add any inches to my life.. but sometimes you just can't help it, rite? Right now, I just don't know what to do. Worry has successfully makes me unable to see future positively.

I really don't know what my future days would be like. In this case, I don't know how much money I will get in the days ahead, but I already know how much money I will have to spend. Sounds scary, eh?

My husband and my dad chatted earlier in the afternoon. They talked about this month's sales, and also some prediction in the months ahead. The rainy season is here.. (oh well.. I think it has been a rainy year for Indonesia. It has been raining everyday since January :p) and we have to stock up our raw materials. My husband said that until the end of this month, he is very sure that we can make lots of sales, but he still doesn't have a clue for November onwards...

and November.. is the month when I have to make lots of payments... That's when I start worrying.

God, I'm scared.. Please help..

Sunday, October 3, 2010

Difficult People?

On this day, God wants you to know
... that difficult people are very important, - they teach you tolerance and acceptance. If all was going your way all the time, you would become a spoiled child, wouldn't everyone? Difficult people are just one of the ways God teaches us to expand beyond our egos and accept other perspectives on life.
(From: "God wants you to know"applications in Facebook)

Tuesday, September 28, 2010

Accepting, Supporting, Challenging

On this day, God wants you to know
... that every relationship rests on three legs: accepting, supporting and challenging. That's really it, isn't it?
You want your relationships to be grounded on accepting each other as you are. On supporting each other through the inevitable ups and downs. On challenging each other to become more, to grow, to flourish. Which one of these is the more difficult one for you, and how are you going to practice it in the next 24 hours?

(From 'God wants you to know' application on facebook)

Wednesday, September 22, 2010

True giving..

On this day, God wants you to know... that you can only give away what you already have inside yourself. True giving happens when you are overflowing from the inside, and cannot help but share. When there is so much love within you that it has to flow to others or you would burst open. There is no think...ing involved, no willpower in such sharing. It just flows out. If you have to force yourself to be kind, to love, to feel compassion, you've missed the first step of filling in your own Self with these emotions.

Wednesday, September 15, 2010

Forever Friends..

"We're forever friends...bound by love that time can't take away.
Forever friends...caring in a special kind of way.
Heart to heart and hand in hand.
We'll stand until the end.
Love's forever when...we're forever friends."

Saya mempunyai seorang teman. Saya bisa berkenalan sama dia pertama kali, karena dia adalah temannya Catur, suami saya. Mereka sudah berteman sejak lama, sejak masih sekolah mungkin... Sama-sama dari Pekalongan, sama-sama kuliah di UKI (walaupun beda fakultas), pernah nge-kost di tempat yang sama, bergereja di gereja yang sama.. Yah bisa dikatakan teman seperjuangannya Catur.

Saya ingat, hubungan pertemanan kami sangat akrab sampai sebelum saya berangkat ke Perth untuk sekolah. Bahkan beberapa tahun setelah itupun, kami masih asyik-asyik aja.. masih haha-hehe bareng walaupun frekuensinya berkurang. Dan siapa sangka, lama-lama frekuensinya makin dan semakin berkurang, sehingga saat ketemu, yah.. kayak hanya sebatas "hi" dan "bye".

Gereja kami memiliki 2 cabang: Perniagaan dan Duta Mas. Saya dan Catur kebanyakan berada di Perniagaan, sedangkan dia lebih banyak di Duta Mas. Mungkin karena jarang ketemu itulah, perlahan-lahan kami menjadi jauh.

Kalau ada istilah, "Tak kenal maka tak sayang" .. mungkin itulah yang terjadi.

Saya juga nggak tahu mulai kapan saya berpandangan negatif sama dia, dan ternyata Catur pun mengenakan kacamata yang sama dengan saya. Bukannya berusaha mendekati teman lama, malah bawaannya jadi kesel aja sama dia. (A little note buat my friend: you better read this until the very end.. jangan berhenti di sini aja.. :p)

Belum lagi omongan-omongan negatif tentang dia, yang saya dengar dari orang-orang, makin menambah rasa sebel saya sama dia. Sampai akhirnya saya HARUS melayani bersama-sama dengan dia, dalam satu ruangan yang sama.

Pada awalnya saya sempet complain.. Kenapa harus dia yang ditaruh di situ? (Karena sebelumnya ada orang lain yang menjalankan tugasnya). Belum lagi, sikapnya dia yang cool abis, yang sama sekali ga friendly ke saya. Bukan lagi kayak 2 orang teman yang pernah kenal... bener-bener kayak a total stranger buat saya, annoying pula. (Hihi.. sorry yah fren, tapi emang ini yang saya rasakan)..

Sampai akhirnya, beberapa minggu lalu.. mungkin di awal bulan ini.. Kok ya tiba-tiba di hati saya ada dia. Bukan berarti jatuh cinta lho.. Tapi ya, saya mulai memandang dia dari sisi yang berbeda. Saya mulai mengganti kacamata saya. Saya ngobrol sama suami saya tentang dia.. Apa pendapat saya mengenai dia, dan ternyata.. banyak hal-hal positif tentang dia yang dapat kami diskusikan.

Berawal dari sebuah dinner bareng dia dan teman-teman yang lain, lalu pergi kondangan bareng.. Sampai akhirnya.. saya bisa chat sama dia.. (thanks to BlackBerry technology).. dan akhirnya berakhir di sebuah cafe. Just the three of us, saya, Catur dan dia.

Di situ mulai terungkap.. Ternyata apa yang kelihatan, belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Dia cerita betapa terpukulnya dia saat harus mengakhiri hubungan sama kekasihnya (please pardon my puitis words.. :P), hal-hal yang dia alami dalam pelayanan dan pekerjaan... Oh man, saat itu rasanya saya nyesellll banget dah pernah sebel sama dia.

Ternyata dia hanya membutuhkan seorang teman.

Seorang teman yang bisa diajak curhat, yang nggak sekedar haha-hehe..
Memang kita bisa berteman dengan siapa aja.. Tapi tidak dengan semua orang kita bisa berbagi. Betul betul betul??

Singkat cerita, kami ngobrol dan mencoba meluruskan kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Yah, perlahan-lahan, hubungan persahabatan yang tadinya hampir retak, mulai dibangun kembali.

Saya bersyukur, dia juga sudah bisa mulai terbuka sama saya dan Catur.. dan semoga juga saya & Catur bisa membagi hidup sama dia. Kami nggak sempurna, dan mungkin along the way, kami bisa mengecewakan dia. Tetapi saya berjanji, saya mau berusaha menjadi sahabat, or mungkin seorang sister buat dia.

Friends, mungkin di antara kalian juga mengalami hal mirip-mirip dengan apa yang saya alami. Kita terkadang gampang menghakimi orang, gampang menilai orang .. dan biasanya nilai yang kita berikan itu negatif. Sekali kita memberikan nilai negatif sama seseorang, secara otomatis, kita mengenakan kacamata 'minus'.. (ini istilah saya). Saat kita memakai kacamata minus ini, apapun yang orang tersebut kerjakan, padahal dia melakukan sesuatu yang TER-baik, bagi kita akan tetap minus, tetap salah dan tetap negatif. Kalau kacamata itu terus-terusan kita pakai, ga menutup kemungkinan akan timbul kebencian.. yah mungkin mulai dari sebel tingkat rendah, sampai akhirnya benci tingkat akut sama orang tersebut. Padahal ujung-ujungnya kita sendiri yang dosa..

Mungkin ini saatnya kita melepaskan kacamata minus tersebut. Belajar untuk melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Saat kita mulai memandang with a positive point of view.. semuanya bisa benar-benar berbeda. Kita harus mengganti kacamata kita. Itu saja.

Mungkin teman kita keliatannya udah susah banget dideketin, bener-bener rese' dan annoying banget. Tetapi percaya deh.. gimanapun juga, everyone needs a friend. Semua orang membutuhkan seorang teman. Kembali lagi terserah kita mau buka hati dan buka tangan untuk dia atau nggak.

Selagi kita masih diberikan kesempatan untuk hidup, ga ada salahnya kita berteman dengan banyak orang kan?

To all of my friends : I love you full!


(Buat 'teman' yang saya ceritakan di blog ini.. Sorry ya kalo kami sempet berpandangan negatif tentang kamu. We'll make it up to you.. and thanks for being our friend. Looking forward for our next coffee time :))

Let Me Help..

Sebuah kejadian yang simple terjadi hari ini, tetapi cukup untuk dijadikan sebuah perenungan buat saya..

Tadi siang, saya dan Catur mengajak Cedric ke supermarket untuk beli susu. Kebetulan susu anak-anak stocknya dah menipis. Entah kenapa, di rumah omanya, hasrat mereka untuk minum susu melonjak tajam. Hahaha..

Karena emang tujuannya cuma beli susu, maka saya nggak membawa trolley. Cukuplah dengan membawa keranjang tangan. Saat itu Cedric bilang, "Mami aku mau bawa keranjangnya". Jadilah si bocah kecil ini menenteng-nenteng keranjang sampai ke rak susu.

Saya isi keranjang tersebut dengan 4 kotak susu, yang masing-masing beratnya 900 gram. Kurang lebih 3,6 kg ya totalnya. Setelah itu, saya mau membawakan keranjang belanja itu, karena saya tahu Cedric nggak bakalan kuat bawa keranjang tersebut. Tetapi dia ngotot mau bawa, sampai keranjang tersebut diseret-seret karena terlalu berat.

Lalu saya bilang, "Sini, mami bantuin. Berat kan?"
Dia masih memaksa untuk membawa keranjang tersebut. Dia bilang, "Aku bisa kok.."
Kali ini dia coba angkat, ga diseret lagi, sampai agak doyong-doyong badannya. Lucu sih, tapi nggak tega juga ngeliatnya. HiHi..
Saya offer help untuk kedua kalinya, "Sini, Mami aja yang bawa. Kalo nggak boleh, yuk kita bawa berdua.."
Akhirnya Cedric membiarkan keranjang itu saya bawa.

Saat saya membawa keranjang tersebut, tiba-tiba saya ingat apa yang Tuhan bilang.. "Marilah kepada-Ku yang berletih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."

Situasinya kayaknya sama dengan apa yang saya alami tadi siang. Cedric itu umpama kita sebagai manusia.

Mungkin terkadang Tuhan sendiri udah menawarkan bantuan ke kita, "Sini Nak, Aku bantu bawain.. kayaknya berat banget bebanmu.."
Tetapi kitanya yang masih ngeyel dan bilang.. "Gak apa-apa Tuhan, saya bisa kok."
Mungkin sama seperti saya tadi, Tuhan cuma bisa senyum-senyum melihat kita menyeret-nyeret persoalan kita, kita coba angkat sampai terhuyung-huyung, tetapi bagaimanapun apa yang kita alami tetap terasa berat.
Sampai akhirnya Tuhan bilang lagi.. "Udah sini, Aku bantuin.. Berat kan?"
Tuhan tetap menunggu dan menawarkan bantuan-Nya sampai kita sungguh-sungguh mau melepaskannya dan membiarkan Dia mengambil alih 'beban' itu dari tangan kita.

Banyak hal yang saya alami beberapa bulan belakangan ini.. dan memang itu terasa amat sangat berat. Ternyata itu terasa berat karena saya belum mau melepaskan 'keranjang' itu dari tangan saya. Saya masih berusaha menyeret-nyeret dan menggotong beban itu sendirian...

Ada sebuah phrase yang sangat bagus..

"As Children bring their Broken Toys
With Tears for Us to Mend,

I Brought My Broken Dreams to GOD,
Because HE was My FRIEND.

But then, Instead of Leaving HIM
In Peace to Work Alone,

I hung around and tried to help
With Ways that were My Own.

At last I snatched them back and cried,
How can YOU be so slow?

My Child, He said, what could I do?
You never did let go."

Saya pernah menulis sebuah blog mengenai phrase ini.. Tetapi entah ada di blog yang sebelah mana. Hahaha..

Cuma satu yang saya tekenin, terkadang kita complain sama Tuhan.. mengapa begini dan mengapa begitu?? Tetapi sebenernya, kita belum menyerahkan sepenuhnya kepadaNya.

Masalah-masalah yang saya hadapi belum selesai. Mungkin terkesan agak santai, karena masih suasana libur lebaran.. Namun saya tahu, setelah lebaran ini selesai, masalah yang terjadi di kantor akan mencuat kembali, dan saya harus siap menghadapinya.

Siapa sangka peristiwa sederhana yang saya alami tadi siang, ternyata bisa membantu saya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi hari esok?

OK God.. I want to let go.

Wednesday, August 18, 2010

God, help..

Have you ever faced with a situation.. where you have a very very heavy problem (according to you) and you have no one to share it with? It's not because you don't have friends.. it's because you just don't know where to start. Even if you share it with someone, they can't help you as well.. So, you keep it to yourself, quietly try to find a way out with your own thinking and strength, and your friends won't notice that you actually have a problem.

I'm experiencing that at the moment... and I became so stressful, tired and hopeless.

Perusahaan kami sedang mengalami masalah keuangan, di mana stock barang menumpuk, sedangkan tagihan-tagihan tetap harus dibayar... Itu menyebabkan ketersendatan di dalam tagihan kami, yang secara otomatis berpengaruh terhadap cashflow. Kami bisa melewati hari demi hari, hanya karena anugerah. Hal ini sudah terjadi hampir sebulan..

Tetapi pagi ini semuanya berbeda..

Seperti biasa, jam 9 tepat, bank tercinta menelepon saya dan melaporkan 'liputan pagi' tentang saldo yang ada di rekening perusahaan kami. "Bu, rekening yang ini kurang sekian, dan yang ini kurang sekian." .. Saya tutup telepon, dan membuka rekening kami yang lain, ternyata belum ada satupun pelanggan kami yang mentransfer uang. Saat itu saya masih bisa tenang, karena biasanya mereka akan mentransfer setelah makan siang.

I closed my eyes and prayed.. "God, help.. One thing for sure, You're never too late. I believe that I will be able to go thru this day with Your help. I really don't know what to do.. but I believe that You're more than able.."

Jam 10.. Jam 11.. tidak ada satupun yang masuk

Jam 12 .. Akhirnya satu pelanggan kami mentransfer.. Namun jumlahnya masih 1/6 dari total yang kami butuhkan.

Jam 1.. I start to worry... Karena selama bulan puasa ini, bank tutup lebih awal. Saya harus ke bank paling lambat jam 2.

Jam 1.30.. saldo masih tetap sama..

Jam 1.45.. seorang pelanggan kami yang lain mentransfer.. Setidaknya jika ditotal, sudah 1/2 dari yang kami butuhkan.

Jam 2 tepat. Tidak ada pergerakan saldo sama sekali.. I started to stress out dan mulai putus asa. Saya melangkah gontai ke bank, untuk mengambil sejumlah uang yang 'seadanya' itu. Saya sudah siap jika giro-giro kami ditolak.. Saya pikir, "Abis gimana lagi? Toh ini semaksimal yang kami mampu."
Saat itu, saya meng-update status BBM saya menjadi, "Ternyata tidak ada pertolongan hari ini." dan jujur, saya kecewa sama Tuhan.

Saya sampai di bank jam 2.25. Terlambat sebentar saja, pastilah saya sudah tidak diperbolehkan masuk. Sesampainya di bank, setelah mengisi form penarikan, saya sengaja mengambil ekstra. Pikir saya, siapa tahu, ada yang transfer lagi. Saat mengantri, iseng-iseng saya mengecek saldo melalui handphone, dan ternyata ada satu pelanggan lagi yang mentransfer... Ketika ditotal, jumlahnya sudah 90% dari yang saya butuhkan. Dan saya berfikir.. "Oke lah, setidaknya hanya 1 giro yang akan ditolak."

Keluar dari bank tersebut, saya harus ke bank yang lain untuk melakukan penarikan kedua. Di mobil, suami saya bilang, bahwa ada pelanggan saya yang mau bantu dan mentransfer 1 nota lagi... sehingga untuk hari ini sudah tercover semua. Saya bernafas lega untuk sesaat, namun kekuatiran mengenai hari-hari kami ke depan menghantui pikiran saya, sehingga saya bener-bener lupa untuk mengucap syukur.
Saat itu saya meng-update status BBM saya, "Tepat pada waktunya.."

Tidak lama setelah saya mengganti status tersebut, seorang teman mengirim pesan kepada saya, dan bilang "Pelajaran hari ini: Jangan bilang ga ada dulu, nanti Tuhan yang komplain. Pertolongannya ada lebihnya ga?" Saya sempet cuekin dan males banget untuk ngejawab karena mood saya lagi amat sangat nggak enak, dan perut saya sakit banget. (ini adalah salah satu indikasi kalo saya stress berat.. perut langsung sakit). Saya hanya menjawab "Masih kurang" (walaupun sebenernya sudah cukup untuk hari ini, namun dari hati saya, saya sangat ingin besok ga usah ada 'liputan pagi'... Cukuplah stress ini sampai di sini..). Dan dia kembali mereply.. "Tetap berharap. Semangat!" Dan saya nggak reply dia lagi setelah itu.

Tetapi sekarang saya sadar, it must be God yang udah tegur saya saat itu.. karena saya meragukan Dia dan kuasaNya.

Saya membuka account facebook saya, ada seseorang yang memasang status "Kenapa ya aku nggak bisa membahagiakan orang yang aku sayang?" .. Dan entah gimana saat itu saya langsung comment.. "Ada yang pernah bilang bahwa bahagia itu adalah pilihan. Kalau kamu sudah melakukan yang terbaik, dia tetap nggak bahagia.. that's not your fault." Setelah saya post comment saya, dalam hati, saya juga berkata... "Oh well.. after all this, I can also choose whether I want to be happy or not.." Tapi saat itu, saya belum bisa memilih "to be happy".

Setelah semua Amazing Race ini selesai, saya masih pulang ke rumah dengan hati gundah. Lemes rasanya, capek.. Mungkin karena terlalu tegang memperhatikan angka-angka di rekening, semua otot saya jadi ikutan tegang sehingga saya menjadi teramat sangat capek. Saya memutuskan untuk tidur sejenak. But I can't help it.. I cried because of that stressful moment. I asked continually, "why? why? and why?? Kenapa hal ini harus terulang lagi sih?" FYI, 2 tahun lalu kami mengalami hal seperti ini juga. Saya merasa gagal, kecewa dan satu lagi.. hopeless.

Suami saya pun ga bisa berkata apa-apa.. Dia cuma menyodorkan sebuah ayat ke saya: 1 Korintus 10:13 yang berkata "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

Saya cuma membaca sekilas ayat tersebut, dan dalam hati saya, saya bilang.. "Udah tau!" Dan saya coba memejamkan mata.

Di dalam hati saya ada yang berkata, "Ternyata sangat mudah ya menyanyikan lagu 'Ku 'kan terbang tinggi di awan.. bersamaMu dalam kemuliaan..' saat kamu ada dalam posisi enak. Kenapa saat sekarang ini, saat kamu harus terbang, kamu ga bisa mengepakkan sayapmu?"
Tetapi saya ga ambil pusing, saya memilih untuk tidur.

Saat saya menulis blog ini, saya teringat masa-masa ketika saya menghadapi tugas-tugas kuliah saya yang menumpuk. Sempat stress juga, tapi mungkin dengan intensitas yang berbeda. Saya menghadiri sebuah ibadah minggu, dan lagu "Ku 'kan Terbang" ini dinyanyikan. Si worship leader memberikan ilustrasi, jika kita berjalan.. kita melihat gunung itu dari depan, seolah gunung ini gak bisa didaki dan dilalui, karena gunung itu lebih tinggi dari kita. Tetapi jika kita terbang seperti rajawali, gunung setinggi apapun bisa kita lewati, karena kita lebih tinggi dari gunung. Dan pada saat itu I choose not to worry, I wanna fly above my problems.

Sekarang saya ngerti, kenapa Tuhan malah ingetin saya ke lagu "Ku 'kan Terbang" ini ketimbang lagu-lagu lain yang lebih mengingatkan saya kepada pertolongan Tuhan. God is ready to help me.. It's just me that wasn't ready to fly with Him. Think I have to spread my wings and start flying. :)

Sebangunnya saya dari short nap itu, saya membuka account facebook saya di BB. Rupanya salah seorang teman (yang tidak terlalu saya kenal), baru saja mengupdate statusnya. Statusnya berbunyi seperti ini : "Things may not have always been easy, but you made it this far. Push the limits and be brave! Warrior, not a worrier!"

Saya hanya bisa terpaku melihat screen. Is this another message from God? and now I believe it is.

Friends, mungkin temen-temen juga mengalami banyak masalah... Mungkin tidak sama seperti apa yang saya alami, tetapi mungkin ini saatnya buat kita untuk kembali membentangkan sayap dan terbang bersama Dia. Mungkin kita udah terlalu lama mengistirahatkan sayap kita, berada di comfort zone kita, sehingga kita lupa untuk terbang. Sekarang ini comfort zone saya sedang digoncang-goncang supaya saya belajar terbang lagi. I thank God for a valuable lesson He gave me today. Terima kasih juga buat temen-temen yang udah jadi alat buat menyadarkan saya.. Hehe.. I'm gonna spread my wings now and fly with Him.

"Ku 'kan terbang tinggi bagai rajawali
Di atas segala persoalan hidupku
Dan aku percaya saat ku bersama-Nya
Tiada yang mustahil bagi Dia.."

Monday, August 2, 2010

I am FAT and Very Happy..

OK. I lied.
I am never happy when I gain weight or look chubby... But I'm still trying to be happy no matter what..

Beberapa hari yang lalu, terjadi percakapan singkat di BB dengan seorang teman dekat. Dia memiliki masalah yang sama dengan saya.. yes.. as the title said.. we're overweight (kayaknya lebih sopan ketimbang bilang "fat" ya.. Hehehe)..

Pada dasarnya, dia ingin membeli sebuah product yang katanya bisa menurunkan berat badan. Kebetulan banget, dulu saya pernah coba pake produk itu.. (duluuuuuuuuuuuuuuuu... banget) dan saudara sepupu suami saya juga pernah pake produk itu. Berhasil kah?? Ya.. berhasil.. untuk beberapa saat. Ketika kami sudah tidak mengkonsumsi product itu, kembalilah kami seperti semula, and may be bigger than before... dan saya bisa mengambil kesimpulan bahwa produk-produk diet itu just a waste.

(Bagi yang membaca ini, dan udah mau mulai arguing about those diet products.. atau menawarkan obat lain.. ntar dulu yah.. baca dulu sampe abis.. :p )

Saya ceritakan kepada dia bahwa saya pernah coba macem-macem cara untuk ngurusin badan. Tetapi pada intinya hanya satu yang dibutuhkan: motivasi.

Dia bilang.. "Yah, cici mah enak.. Kan dah married.. Dulu sebelum married cici kurus.. Aku nih, belum punya cowok.."
Saya cuma bisa bilang.. "Kalo ada cowok naksir or suka seseorang karena dia kurus.. he's very shallow. Bukannya kamu juga yang sering bilang kalo beauty comes from within?"

Dan di situ saya mulai cerita tentang beberapa teman yang kurus, namun sampai sekarang belum bertemu dengan pangerannya.. Tetapi ada juga beberapa teman yang gemuk (sejak single), tapi sekarang udah happily married.. Pada intinya, kurus / gemuk ga pengaruh. Mungkin memang si kurus punya bigger chance untuk dapet pasangan.. Tapi bagi saya, pengaruhnya gak besar.

As I'm typing this.. tiba-tiba ada ide comes to my mind.
Kenapa orang kurus tampaknya lebih mudah untuk mendapatkan pasangan? Mungkin karena mereka lebih PD sehingga mereka tampak lebih menarik. Sedangkan orang gemuk, seperti yang saya alami, mereka cenderung menarik diri dari suatu komunitas, karena merasa nggak PD... Dan yang sangat disayangkan, di masyarakat kita, orang gemuk lebih sering dijadikan bahan olok-olok... atau bulan-bulanan.. sehingga tercipta sebuah stereotype.. gemuk = jelek. Padahal belum tentu... Dan kalau boleh memilih, mungkin semua orang akan memilih bertubuh kurus... and that's when people starts to blame God.. "Tuhan, kenapa Tuhan ciptain aku gemuk??"

Ada sebuah kisah yang dishare via BBM mengenai secangkir kopi. Saya lupa bagaimana cerita sebenarnya.. tapi pada intinya seperti ini:
Seorang professor dikunjungi oleh alumni-alumninya.. dan si professor ini menyediakan kopi dalam cangkir yang berbeda-beda... Dari cangkir yang paling indah.. sampai yang paling jelek, dan mereka disuruh memilih cangkir masing-masing. Banyak orang memilih cangkir yang indah.. Tetapi si professor itu kemudian berkata... Cangkir itu hanya wadah.. yang terpenting adalah kopinya.. Karena di cangkir manapun, baik yang terindah maupun yang terburuk, rasa kopi itu tetap sama.
Physical appearance kita ibarat cangkir. Apa yang ada di dalam kita ibarat kopi. Memang mungkin orang bisa tertarik melihat cangkirnya, tetapi jika dicicip ternyata rasanya nggak enak, mungkin orang itu tidak akan meminumnya. Tetapi walaupun cangkirnya buruk, tetapi jika dicicip rasanya enak, orang akan meminumnya sampai habis.

Saya nggak bilang adalah suatu kesalahan untuk menjadi cantik. It's OK to be pretty, it's okay mau mengusahakan untuk kurus, langsing... Tapi jangan jadikan kecantikan / physical appearance menjadi sesuatu yang utama. Girls, you are perfect just the way you are (as Nick Vujicic said in his movie). You are beautiful just the way you are. Emang susah banget untuk mendeklarasikan hal ini di saat kita down.. atau ada orang yang mengejek kita.. (relax, I'm experiencing that as well.. and I'm still learning) Tapi inget.. Tuhan menciptakan kita sangat baik. We're perfect creations of God.

For guys.. oh c'mon.. don't be so shallow. Jangan cuma lihat seseorang dari penampilan luarnya. Penampilan luar bisa berubah anytime. Seseorang bisa menjadi tua, menjadi gemuk, dan mungkin nggak menarik lagi.. Tapi apa yang ada di hatinya, itu yang akan bertahan.

"I praise You because I am fearfully and wonderfully made. Your works are wonderful, I know that full well." (Psalm 139:14)

PS. Thanks to 'my friend' yang udah menjadi inspirasi buat saya untuk nulis ini. Hope you don't mind :)

Friday, July 9, 2010

Following The Leader

"Following the leader, the leader, the leader..
We're following the leader wherever he may go.."

Itu adalah sepenggal lagu dari film PeterPan. Sebuah lagu yang sering dipakai dalam permainan anak-anak.. Di mana anak-anak bergantian jadi 'leader' dan semua harus mengikuti apa yang akan dilakukan si leader ini. Sebuah game simple yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin, mau ga mau harus jadi panutan buat orang-orang di sekitarnya..

Dalam perjalanan pulang dari ultah seorang teman hari ini, saya dan Catur berdiskusi mengenai pemimpin..

Bagi saya pribadi, jika seseorang ditunjuk dan dipercaya menjadi seorang pemimpin, itu adalah karena kehendak Tuhan. Tuhan memilih seseorang untuk menjadi pemimpin karena Ia yakin bahwa orang tersebut mampu untuk memimpin.

Lalu kenapa ada pemimpin yang gagal? Apakah Tuhan memilih orang yang salah?

Saya diingatkan dengan kisah Raja-raja dan hakim-hakim di Alkitab. (Bagi yang secara ga sengaja 'mampir' di blog saya ini.. Ya, saya adalah seorang Kristen and I'm proud of it.. Hehe..).. Di Alkitab diceritakan tentang bagaimana Tuhan memilih raja Israel yang pertama, kedua dan seterusnya. Mereka dipilih dan diurapi. Pada awalnya semua baik, dan di akhir pemerintahan mereka.. Ada yang berhasil, dan ada pula yang gagal. Why? Apakah Tuhan gak tau bahwa mereka akan gagal? Apakah berarti Tuhan salah memilih pemimpin?

Saya yakin nggak. Tuhan gak salah.. Yang salah adalah orangnya.

Kalau diperhatiin, banyak raja-raja dan hakim-hakim itu gagal karena mereka berusaha dengan kekuatan mereka sendiri. Saat awal-awal mulai memimpin, mereka masih merasa ga berdaya, jadi mereka bergantung sepenuhnya sama Tuhan. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai PD memimpin.. Sehingga tanpa mereka sadari, mereka mulai berjuang dan memimpin dengan kekuatan mereka sendiri. Konsultasi ke kanan dan ke kiri, tetapi lupa melibatkan Tuhan yang mengangkat mereka menjadi raja. Di situlah letak kegagalan mereka.. Tuhanpun sebenarnya ga tinggal diam saat mereka mulai menyimpang. Ia kirim nabi untuk menegur.. Ada yang bertobat, ada juga yang diam saja.. Semua kembali kepada individu masing-masing. Dan akibat dari ketidaktaatan mereka, satu bangsa mengalami kekacauan.. Sayang ya...?

Buat saya juga, suka atau gak suka.. Seorang pemimpin harus menjadi panutan bagi orang-orang yang ia pimpin. Kadang mungkin ada yang berpikir "what do you expect? Gw kan manusia juga.." Tetapi, kalau kita sudah diangkat menjadi pemimpin, secara otomatis people will look up to us, berharap sama kita. Ga peduli apakah kita sebaya, lebih muda atau lebih tua dari yang kita pimpin.. Kita sudah berada di level yang lebih tinggi, kita memiliki otoritas yang harusnya sih.. Digunakan sebaik-baiknya.

Nah, sebagai panutan.. Seorang pemimpin harus memperhatikan cara dirinya berbicara, berfikir dan bertindak. Karena dia sangat disorot oleh banyak orang. Kadang seorang pemimpin kehilangan kharisma dan dukungan karena ada perbuatan yang salah, atau mungkin kesalahan kata-kata yang berlalunya sangat cepat. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga istilahnya.

Tetapi manusia kan ga luput dari kesalahan??

Iya banget sih... Tetapi kembali lagi, apakah kita menyertakan Tuhan dalam kepemimpinan kita? Jika memang ada kesalahan yang sengaja maupun tidak disengaja, alangkah wise-nya jika kita meminta maaf dan memperbaikinya... Daripada ditutup-tutupi dan akhirnya malah menjadi 'bangkai'.

Sebenernya masih banyak yang bisa dibahas dalam masalah leadership.. Tapi nyambung next time aja deh..

If you're a leader in any groups or organisations, and feeling down.. Remember that you are chosen by God.

If you feel that people are no longer supporting you, or looking up to you.. May be it's time to ask yourself .. Have you act/think/speak wrongly? Atau mungkin ada kesalahan yang belum dibereskan? Atau mungkin juga.. You set the rules.. And you're the one breaking them up?

Kalau saat ini kita merasa kita dipimpin oleh pimpinan yang salah, ga bener, or whatever the name is.. Gimanapun juga hargai dia, hormati dia, karena sekali lagi.. Dia dipilih Tuhan. Mungkin terkesan manusia yang pilih.. Tetapi seperti kata seorang teman, saat kita memikirkan siapa yang layak untuk melakukan sesuatu, dan ada sebuah nama yang strongly muncul dalam hati dan pikiran kita.. Itu Tuhan yang taruh.
Kalau ada kesalahan yang dia lakukan, daripada njelekin di belakang, lebih baik bicarakan dengan yang bersangkutan.. Karena bisa jadi Tuhan pakai kita untuk menegur dia.

Well.. Saya bukan pakar leadership. Saya juga belum menjadi a good leader.. Still on the process. Ini hanya sebagian kecil pemikiran saya... Do you agree?

Thursday, July 1, 2010

Mulutmu ... Harimaumu...?

Mungkin kita sering mendengar istilah ini.. Apalagi istilah ini pernah jadi 'hook' di sebuah iklan televisi. Sebenernya, gue juga ga terlalu mengerti apa artinya istilah ini.. Tapi mungkin, kata-kata yang dikeluarkan dari mulut kita, itu adalah 'senjata' yang bisa dipakai orang untuk menerkam kita. Hehehe.. Maksa.com deh.. Tapi ya gitu.. kata-kata adalah sesuatu yang paling powerful. Contohnya, kalau kita mengatakan pada teman kita, "Pokoknya, kalau kamu lagi ada masalah, telpon aku, atau datang ke rumahku... jam berapapun aku layanin.." ... Tetapi ketika jam 12 malam dia nelpon kita dan mau curhat, dan kita jawab.. "duh.. Besok aja ya.. Gw ngantuk nih.. Daripada ga konsen ...." .. Temen kita bisa aja sakit hati dan bilang, "Lah.. katanya jem berapapun gw dilayanin??" Yah.. something like that I suppose.. :P

Kalau di Gereja, mungkin ada istilah lagi "mulutmu mengandung kuasa." Wah.. Apa lagi nih? Yah, bayangan gue sih, kayak emaknya Malin Kundang waktu ngutuk anaknya jadi batu.. eh.. kejadian :) .. Anyway Malin Kundang itu cuma mitos, cerita dongeng... Tapi gue yakin banget, emang mulut kita ini mengandung kuasa. Makanya waktu mau terima Yesus aja, kita harus percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut.. :D

Gw teringat akan beberapa hal yang gw alami sendiri, karena 'perkataan' ini.. Yah mungkin ada yang bilang, "Ah kebetulan aja, Va!" .. Tapi kalo itu memang kebetulan, bisa gue katakan.. "Hebat banget si kebetulan itu!" :P

So here's the story...
Dulu waktu awal-awal gue baru married.. Ada beberapa yang nanya ke gue dan Catur, "Kapan nih punya momongan?" Saat itu gue cuma jawab.. "Nanti lah.. tunggu setahun..."
Please note.. gue jawab.. "tunggu setahun.." bukan "tunggu setahun baru hamil".. ternyata "tunggu setahun, punya momongan." ... Dan ternyata anak pertama aku lahir 2 minggu sebelum our 1st wedding anniversary. Kebetulan?? Mungkin...

Setelah anakku yang pertama lahir, biasa deh.. pertanyaan kepo berlanjut.. "Kapan nih anak kedua?" .. Gue jawab... "Waduh.. ntar deh.. tunggu ni anak bisa jalan..."
AGAIN. Gue tidak menjawab pertanyaan itu dengan spesifik. Maksud gue.. "ntar nunggu ni anak bisa jalan, baru hamil lagi.." Tetapi karena jawaban gue yang ga lengkap itu, gue seolah menjawab, "tunggu ni anak bisa jalan, dia punya adik." Ternyata.. anakku yang kedua lahir dua minggu setelah Cedric bisa jalan.. Another kebetulan??

ThiRd. Dan ini baru kepikiran kemaren... Sempet senyum-senyum sendiri sampe Catur bingung... Hahaha..
Pertengahan bulan Mei yang lalu, ada airlines yang lagi promosi.. Harga dasar tiket Rp. 0,- .. Gue yang bersemangat tuh cari-cari.. siapa tahu dapat tiket murah.. any destination lah! Sampai tiba-tiba di dalam hati gue ada yang bilang, "Kenapa ga coba cari tiket Denpasar-Perth?" OK.. gue coba search.. dan setelah melalui perjuangan panjang... (secara susah banget bo bookingnya.. ternyata bukan hanya gue yang berebut tiket murah.. qiqiqiq).. gw book 4 tiket Jakarta-Denpasar-Perth PP.
Dan kemaren gue teringat....
Saat gue baru punya anak pertama, beberapa teman di Perth nanya ke gw, "Kapan Va ke sini lagi?" Gue cuma jawab.. "Aduh, ntar deh nunggu anak gw gedean.. Biar bawanya enak.. Yah.. umur 5 tahun-an lah..."
Gw book tiket untuk bulan April 2011, yang pada saat itu.. Cedric, anak pertama gue sudah berusia 5 tahun. Gw cuman bisa terbengong-bengong dan.. "kok bisa ya??" .. Yah seperti yang gue bilang, some of you might say 'ah! itu mah kebetulan...' Tapi buat gue, itu bukan cuma suatu kebetulan. There's more to it. Karena logically, gue belum mampu untuk berangkat ke Perth ber-4 dengan harga tiket normal. Ini bener-bener God's grace dan thanks to The Voice! Sekarang tinggal ngurus visanya.. Tapi gue yakin, kalo Tuhan ngijinin gue pergi, visanya pasti tembus deh! Aminnn...

Kata-kata 'perkataanmu mengandung kuasa' terasa sangat kuat di hati gue saat gue inget-inget kejadian ini. Words of faith.. kata-kata iman.. Itulah yang membuat segalanya menjadi mungkin.

So, hati-hati dalam berkata-kata... Karena dari mulut yang sama, bisa keluar berkat atau kutuk. Di mana-mana kutuk ga ada yang bagus. So, start saying good things today.. dan declare your words of faith!

Sunday, June 27, 2010

Traveling with kids

Tanggal 20-23 June 2010 yang lalu, saya diberikan kesempatan untuk pergi berlibur bersama keluarga. Unlike the previous holidays when grandma, grandpa and auntie always came with us, this time, it was just the 4 of us: me, my hubby, and our two kids (a 4-year-old boy and a 3-year-old girl).

We had imagined how busy we would be during the holiday, but yea.. we were willing to take the risk anyway.. *wink*.

I won't tell you about the holiday details... since it could be a 'kesenjangan sosial' for some.. Hehe.. But I learnt some things during this holiday.. and it reminded me of God's love for us. Here they are..

1. As a parent, I have to ensure that my kids eat properly.
Before breakfast, lunch and dinner, I always have to think about what my kids gonna eat.. what kind of food they like. After I bought all the food, my hubby and I have to feed them... and we're very disappointed when they didn't finish their food.
Our God, which we call Him 'Father' .. also do the same thing for us. He provides food for us every day. As you may have read in Psalm 23, He brought us to green pastures and stream of water. The food is already there. It's up to us whether we want to eat it or not. When we are a newborn Christian, may be God feeds us as well, through friends, or church leaders around us. But as we grow, we have to learn to eat by ourselves. God knows that we will like the food that He has provided (ie. God's word : the Bible), but sometimes.. we don't want to eat the food for some reasons.. and you know what, sebenernya kalo kita nggak makan, yang rugi adalah kita sendiri. Kita nggak bisa bertumbuh dengan baik, mungkin saja bisa sakit... tetapi Tuhan nggak rugi apa-apa. He may be disappointed... tetapi kita yang tanggung akibatnya.

2. The kids must sleep properly
Besides eating, another way to gain energy is by having enough rest. Yea I know.. some of my fellas have been so 'rewel' by advising me to sleep earlier. *peace* .. Thanks fellas! I'll try to sleep earlier ^^ ..
Back to the topic. I have to make sure that my kids have enough sleep. There was one night when my son couldn't sleep well.. because he was too excited to ride on the train, while in the afternoon, the train was not running. He might be thinking about it the whole day long, he couldn't sleep properly because he really wanted to ride on the train! He slept at around 1am and woke up at 5am. -.-"
Our Father really concerns about our 'resting-time' too. After all those busy times, either it is for ministry or work, we all need our rest. Even He, Himself said "I will GIVE you rest." ... and the most wonderful time for resting is.. in His presence.. when we come to Him, talk with Him and spend hours with Him.. This is something that we occasionally forget. We are too busy with our ministry, our job, our family, our children.. we forget to take our rest, and visit our pit stop, which is God alone.
As a human being, after my kids fell asleep at night, I went to sleep also... But not God. He never sleeps, He never slumbers. He's watching us day and night.. Whenever you feel like resting, just come to Him... and He will give you rest.. How wonderful it is!

3. I have to watch my kids wherever they go, and make sure that they are with us.
Okay, we had an incident a year ago, my son was left on the elevator alone... Won't talk much about this, but God is good.. we managed to find him.. and it taught us a special lesson.. Always hold your child's hands wherever you go.
My kids love running here and there, and are easily distracted by anything they find interesting (toys for example). Sometimes they hold our hands, sometimes they don't. When they don't, we have to be extra cautious. Looking around, calling their names just to make sure they're nearby and following us.
Some of you might know where this is going... That's what our Father God do! He wants us to be close to Him always. When we let go of our hands, we're never out of His sight. He calls us over and over again, watches over us, and makes sure that we are not far from Him. But what often happens is, we are the one who's running away from Him.. and we blame Him for not being close to us, and we'll ask "Where are You, God?? Where are You?? I can't see You! Why do you leave me alone like this??" .. OK. If I were God, I might just answered.. "it's your own fault! You're the one who's running away from me!" ... But our God is a God of love. There's a song that says.. "He's only a prayer away" .. Which means.. He's very close to us. We just need to look up, and we'll find that He's with us all those times.
Just an illustration:
My eldest son is about my waist's height. So, in a normal head position.. all that he can see is my waist and below. He might just bump to another person, and think that he/she is his dad/mom.. but when he looks up and see that person's face, then he will realize that he/she is not his dad/mom.
Our God is big. When we are lost, we probably act like my son.. We look around with our normal 'head position' and try to find God, but we can't find Him. That's why I said before.. we need to look up, then we'll see that He's never far away from us.

Those are the three things I've learnt so far.. will update this blog again soon :)