Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Tuesday, March 29, 2011

The day is finally here..

Menyambung blog gue yang diposting sudah hampir 1 tahun lalu, yang berjudul .. "Mulutmu Harimaumu" .. Ini lanjutannya..

Here I am.. all bags are packed and I'm ready to go! Today I'm leaving Jakarta for Denpasar, and will be leaving Denpasar for Perth the next day.

I'm excited and nervous at the same time. Ini pertama kalinya pergi jauh, dengan penerbangan yang agak lama sama anak-anak. ^^

I still believe that it is not a coincidence. Kembali ke Perth setelah anak pertama gue berumur 5 tahun, ternyata bukan sebuah harapan palsu, bukan hanya sekedar omongan biasa. It has became a reality. I really thank God for that!

oh God.. I am so thankful for everything. You are so good!

Sunday, March 6, 2011

Perth holiday..

25 more days before my Perth holiday. Excited and busy at the same time.. Really have to make a list of things that I will bring for my beloved friends over there.. :)

Can't wait to see you guys.. Miss u abundantly!

Monday, October 11, 2010

Help..

God.. Help me... I don't want to hate them...

Wednesday, October 6, 2010

worried..

Oh well.. It's midnight here..

I have just finished my homework, while accompanying my dearest husband watching DVDs.. He's asleep now.. :)

I have mixed feelings now. On one side I feel like going out and having a chit chat with my friends, but in the other hand, I also don't know what to share. Hihi.. I don't know.. it's just so hard to explain... The 'period' has successfully increased my sensitive and gloomy side. Hehehe..

I was doing my check-writing homework.. when suddenly I started to worry. The difficult times I faced around a month ago probably caused a bit of a trauma. As I was writing down the numbers on the checks, I asked God over and over.. "God, will I be able to pay all of these? I'm scared.." Even until now, the moment that I typed this blog, I'm still way too scared. I really would like to run away if I could.. But too bad, I can't..

I'm worried.. I'm scared..

I know worry won't add any inches to my life.. but sometimes you just can't help it, rite? Right now, I just don't know what to do. Worry has successfully makes me unable to see future positively.

I really don't know what my future days would be like. In this case, I don't know how much money I will get in the days ahead, but I already know how much money I will have to spend. Sounds scary, eh?

My husband and my dad chatted earlier in the afternoon. They talked about this month's sales, and also some prediction in the months ahead. The rainy season is here.. (oh well.. I think it has been a rainy year for Indonesia. It has been raining everyday since January :p) and we have to stock up our raw materials. My husband said that until the end of this month, he is very sure that we can make lots of sales, but he still doesn't have a clue for November onwards...

and November.. is the month when I have to make lots of payments... That's when I start worrying.

God, I'm scared.. Please help..

Wednesday, August 18, 2010

God, help..

Have you ever faced with a situation.. where you have a very very heavy problem (according to you) and you have no one to share it with? It's not because you don't have friends.. it's because you just don't know where to start. Even if you share it with someone, they can't help you as well.. So, you keep it to yourself, quietly try to find a way out with your own thinking and strength, and your friends won't notice that you actually have a problem.

I'm experiencing that at the moment... and I became so stressful, tired and hopeless.

Perusahaan kami sedang mengalami masalah keuangan, di mana stock barang menumpuk, sedangkan tagihan-tagihan tetap harus dibayar... Itu menyebabkan ketersendatan di dalam tagihan kami, yang secara otomatis berpengaruh terhadap cashflow. Kami bisa melewati hari demi hari, hanya karena anugerah. Hal ini sudah terjadi hampir sebulan..

Tetapi pagi ini semuanya berbeda..

Seperti biasa, jam 9 tepat, bank tercinta menelepon saya dan melaporkan 'liputan pagi' tentang saldo yang ada di rekening perusahaan kami. "Bu, rekening yang ini kurang sekian, dan yang ini kurang sekian." .. Saya tutup telepon, dan membuka rekening kami yang lain, ternyata belum ada satupun pelanggan kami yang mentransfer uang. Saat itu saya masih bisa tenang, karena biasanya mereka akan mentransfer setelah makan siang.

I closed my eyes and prayed.. "God, help.. One thing for sure, You're never too late. I believe that I will be able to go thru this day with Your help. I really don't know what to do.. but I believe that You're more than able.."

Jam 10.. Jam 11.. tidak ada satupun yang masuk

Jam 12 .. Akhirnya satu pelanggan kami mentransfer.. Namun jumlahnya masih 1/6 dari total yang kami butuhkan.

Jam 1.. I start to worry... Karena selama bulan puasa ini, bank tutup lebih awal. Saya harus ke bank paling lambat jam 2.

Jam 1.30.. saldo masih tetap sama..

Jam 1.45.. seorang pelanggan kami yang lain mentransfer.. Setidaknya jika ditotal, sudah 1/2 dari yang kami butuhkan.

Jam 2 tepat. Tidak ada pergerakan saldo sama sekali.. I started to stress out dan mulai putus asa. Saya melangkah gontai ke bank, untuk mengambil sejumlah uang yang 'seadanya' itu. Saya sudah siap jika giro-giro kami ditolak.. Saya pikir, "Abis gimana lagi? Toh ini semaksimal yang kami mampu."
Saat itu, saya meng-update status BBM saya menjadi, "Ternyata tidak ada pertolongan hari ini." dan jujur, saya kecewa sama Tuhan.

Saya sampai di bank jam 2.25. Terlambat sebentar saja, pastilah saya sudah tidak diperbolehkan masuk. Sesampainya di bank, setelah mengisi form penarikan, saya sengaja mengambil ekstra. Pikir saya, siapa tahu, ada yang transfer lagi. Saat mengantri, iseng-iseng saya mengecek saldo melalui handphone, dan ternyata ada satu pelanggan lagi yang mentransfer... Ketika ditotal, jumlahnya sudah 90% dari yang saya butuhkan. Dan saya berfikir.. "Oke lah, setidaknya hanya 1 giro yang akan ditolak."

Keluar dari bank tersebut, saya harus ke bank yang lain untuk melakukan penarikan kedua. Di mobil, suami saya bilang, bahwa ada pelanggan saya yang mau bantu dan mentransfer 1 nota lagi... sehingga untuk hari ini sudah tercover semua. Saya bernafas lega untuk sesaat, namun kekuatiran mengenai hari-hari kami ke depan menghantui pikiran saya, sehingga saya bener-bener lupa untuk mengucap syukur.
Saat itu saya meng-update status BBM saya, "Tepat pada waktunya.."

Tidak lama setelah saya mengganti status tersebut, seorang teman mengirim pesan kepada saya, dan bilang "Pelajaran hari ini: Jangan bilang ga ada dulu, nanti Tuhan yang komplain. Pertolongannya ada lebihnya ga?" Saya sempet cuekin dan males banget untuk ngejawab karena mood saya lagi amat sangat nggak enak, dan perut saya sakit banget. (ini adalah salah satu indikasi kalo saya stress berat.. perut langsung sakit). Saya hanya menjawab "Masih kurang" (walaupun sebenernya sudah cukup untuk hari ini, namun dari hati saya, saya sangat ingin besok ga usah ada 'liputan pagi'... Cukuplah stress ini sampai di sini..). Dan dia kembali mereply.. "Tetap berharap. Semangat!" Dan saya nggak reply dia lagi setelah itu.

Tetapi sekarang saya sadar, it must be God yang udah tegur saya saat itu.. karena saya meragukan Dia dan kuasaNya.

Saya membuka account facebook saya, ada seseorang yang memasang status "Kenapa ya aku nggak bisa membahagiakan orang yang aku sayang?" .. Dan entah gimana saat itu saya langsung comment.. "Ada yang pernah bilang bahwa bahagia itu adalah pilihan. Kalau kamu sudah melakukan yang terbaik, dia tetap nggak bahagia.. that's not your fault." Setelah saya post comment saya, dalam hati, saya juga berkata... "Oh well.. after all this, I can also choose whether I want to be happy or not.." Tapi saat itu, saya belum bisa memilih "to be happy".

Setelah semua Amazing Race ini selesai, saya masih pulang ke rumah dengan hati gundah. Lemes rasanya, capek.. Mungkin karena terlalu tegang memperhatikan angka-angka di rekening, semua otot saya jadi ikutan tegang sehingga saya menjadi teramat sangat capek. Saya memutuskan untuk tidur sejenak. But I can't help it.. I cried because of that stressful moment. I asked continually, "why? why? and why?? Kenapa hal ini harus terulang lagi sih?" FYI, 2 tahun lalu kami mengalami hal seperti ini juga. Saya merasa gagal, kecewa dan satu lagi.. hopeless.

Suami saya pun ga bisa berkata apa-apa.. Dia cuma menyodorkan sebuah ayat ke saya: 1 Korintus 10:13 yang berkata "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

Saya cuma membaca sekilas ayat tersebut, dan dalam hati saya, saya bilang.. "Udah tau!" Dan saya coba memejamkan mata.

Di dalam hati saya ada yang berkata, "Ternyata sangat mudah ya menyanyikan lagu 'Ku 'kan terbang tinggi di awan.. bersamaMu dalam kemuliaan..' saat kamu ada dalam posisi enak. Kenapa saat sekarang ini, saat kamu harus terbang, kamu ga bisa mengepakkan sayapmu?"
Tetapi saya ga ambil pusing, saya memilih untuk tidur.

Saat saya menulis blog ini, saya teringat masa-masa ketika saya menghadapi tugas-tugas kuliah saya yang menumpuk. Sempat stress juga, tapi mungkin dengan intensitas yang berbeda. Saya menghadiri sebuah ibadah minggu, dan lagu "Ku 'kan Terbang" ini dinyanyikan. Si worship leader memberikan ilustrasi, jika kita berjalan.. kita melihat gunung itu dari depan, seolah gunung ini gak bisa didaki dan dilalui, karena gunung itu lebih tinggi dari kita. Tetapi jika kita terbang seperti rajawali, gunung setinggi apapun bisa kita lewati, karena kita lebih tinggi dari gunung. Dan pada saat itu I choose not to worry, I wanna fly above my problems.

Sekarang saya ngerti, kenapa Tuhan malah ingetin saya ke lagu "Ku 'kan Terbang" ini ketimbang lagu-lagu lain yang lebih mengingatkan saya kepada pertolongan Tuhan. God is ready to help me.. It's just me that wasn't ready to fly with Him. Think I have to spread my wings and start flying. :)

Sebangunnya saya dari short nap itu, saya membuka account facebook saya di BB. Rupanya salah seorang teman (yang tidak terlalu saya kenal), baru saja mengupdate statusnya. Statusnya berbunyi seperti ini : "Things may not have always been easy, but you made it this far. Push the limits and be brave! Warrior, not a worrier!"

Saya hanya bisa terpaku melihat screen. Is this another message from God? and now I believe it is.

Friends, mungkin temen-temen juga mengalami banyak masalah... Mungkin tidak sama seperti apa yang saya alami, tetapi mungkin ini saatnya buat kita untuk kembali membentangkan sayap dan terbang bersama Dia. Mungkin kita udah terlalu lama mengistirahatkan sayap kita, berada di comfort zone kita, sehingga kita lupa untuk terbang. Sekarang ini comfort zone saya sedang digoncang-goncang supaya saya belajar terbang lagi. I thank God for a valuable lesson He gave me today. Terima kasih juga buat temen-temen yang udah jadi alat buat menyadarkan saya.. Hehe.. I'm gonna spread my wings now and fly with Him.

"Ku 'kan terbang tinggi bagai rajawali
Di atas segala persoalan hidupku
Dan aku percaya saat ku bersama-Nya
Tiada yang mustahil bagi Dia.."

Thursday, July 1, 2010

Mulutmu ... Harimaumu...?

Mungkin kita sering mendengar istilah ini.. Apalagi istilah ini pernah jadi 'hook' di sebuah iklan televisi. Sebenernya, gue juga ga terlalu mengerti apa artinya istilah ini.. Tapi mungkin, kata-kata yang dikeluarkan dari mulut kita, itu adalah 'senjata' yang bisa dipakai orang untuk menerkam kita. Hehehe.. Maksa.com deh.. Tapi ya gitu.. kata-kata adalah sesuatu yang paling powerful. Contohnya, kalau kita mengatakan pada teman kita, "Pokoknya, kalau kamu lagi ada masalah, telpon aku, atau datang ke rumahku... jam berapapun aku layanin.." ... Tetapi ketika jam 12 malam dia nelpon kita dan mau curhat, dan kita jawab.. "duh.. Besok aja ya.. Gw ngantuk nih.. Daripada ga konsen ...." .. Temen kita bisa aja sakit hati dan bilang, "Lah.. katanya jem berapapun gw dilayanin??" Yah.. something like that I suppose.. :P

Kalau di Gereja, mungkin ada istilah lagi "mulutmu mengandung kuasa." Wah.. Apa lagi nih? Yah, bayangan gue sih, kayak emaknya Malin Kundang waktu ngutuk anaknya jadi batu.. eh.. kejadian :) .. Anyway Malin Kundang itu cuma mitos, cerita dongeng... Tapi gue yakin banget, emang mulut kita ini mengandung kuasa. Makanya waktu mau terima Yesus aja, kita harus percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut.. :D

Gw teringat akan beberapa hal yang gw alami sendiri, karena 'perkataan' ini.. Yah mungkin ada yang bilang, "Ah kebetulan aja, Va!" .. Tapi kalo itu memang kebetulan, bisa gue katakan.. "Hebat banget si kebetulan itu!" :P

So here's the story...
Dulu waktu awal-awal gue baru married.. Ada beberapa yang nanya ke gue dan Catur, "Kapan nih punya momongan?" Saat itu gue cuma jawab.. "Nanti lah.. tunggu setahun..."
Please note.. gue jawab.. "tunggu setahun.." bukan "tunggu setahun baru hamil".. ternyata "tunggu setahun, punya momongan." ... Dan ternyata anak pertama aku lahir 2 minggu sebelum our 1st wedding anniversary. Kebetulan?? Mungkin...

Setelah anakku yang pertama lahir, biasa deh.. pertanyaan kepo berlanjut.. "Kapan nih anak kedua?" .. Gue jawab... "Waduh.. ntar deh.. tunggu ni anak bisa jalan..."
AGAIN. Gue tidak menjawab pertanyaan itu dengan spesifik. Maksud gue.. "ntar nunggu ni anak bisa jalan, baru hamil lagi.." Tetapi karena jawaban gue yang ga lengkap itu, gue seolah menjawab, "tunggu ni anak bisa jalan, dia punya adik." Ternyata.. anakku yang kedua lahir dua minggu setelah Cedric bisa jalan.. Another kebetulan??

ThiRd. Dan ini baru kepikiran kemaren... Sempet senyum-senyum sendiri sampe Catur bingung... Hahaha..
Pertengahan bulan Mei yang lalu, ada airlines yang lagi promosi.. Harga dasar tiket Rp. 0,- .. Gue yang bersemangat tuh cari-cari.. siapa tahu dapat tiket murah.. any destination lah! Sampai tiba-tiba di dalam hati gue ada yang bilang, "Kenapa ga coba cari tiket Denpasar-Perth?" OK.. gue coba search.. dan setelah melalui perjuangan panjang... (secara susah banget bo bookingnya.. ternyata bukan hanya gue yang berebut tiket murah.. qiqiqiq).. gw book 4 tiket Jakarta-Denpasar-Perth PP.
Dan kemaren gue teringat....
Saat gue baru punya anak pertama, beberapa teman di Perth nanya ke gw, "Kapan Va ke sini lagi?" Gue cuma jawab.. "Aduh, ntar deh nunggu anak gw gedean.. Biar bawanya enak.. Yah.. umur 5 tahun-an lah..."
Gw book tiket untuk bulan April 2011, yang pada saat itu.. Cedric, anak pertama gue sudah berusia 5 tahun. Gw cuman bisa terbengong-bengong dan.. "kok bisa ya??" .. Yah seperti yang gue bilang, some of you might say 'ah! itu mah kebetulan...' Tapi buat gue, itu bukan cuma suatu kebetulan. There's more to it. Karena logically, gue belum mampu untuk berangkat ke Perth ber-4 dengan harga tiket normal. Ini bener-bener God's grace dan thanks to The Voice! Sekarang tinggal ngurus visanya.. Tapi gue yakin, kalo Tuhan ngijinin gue pergi, visanya pasti tembus deh! Aminnn...

Kata-kata 'perkataanmu mengandung kuasa' terasa sangat kuat di hati gue saat gue inget-inget kejadian ini. Words of faith.. kata-kata iman.. Itulah yang membuat segalanya menjadi mungkin.

So, hati-hati dalam berkata-kata... Karena dari mulut yang sama, bisa keluar berkat atau kutuk. Di mana-mana kutuk ga ada yang bagus. So, start saying good things today.. dan declare your words of faith!

Friday, June 4, 2010

Is He Pleased?

A few days ago, I was so down. Dalam keadaan down itu, there was a voice that reminded me of a friend's saying a long time ago. It went like this.

Voice (V) : Ngapain sih Va, kamu capek-capek kerja.. Blingsatan bikin ini dan itu untuk pelayanan. Apa bener ini maunya Tuhan kamu capek-capek gini?

Me (M) : (sempet ragu).. Iya juga sih. Capek juga rasanya.

V : Masih inget kan kisahnya Martha dan Maria? Martha capek-capek kerja, siapin ini dan itu, ternyata bukan itu yang Tuhan mau. Malah Maria yang duduk anteng-anteng dipuji. Udah lah.. ga usah kerja capek-capek. Duduk diem aja..

M : Tunggu tunggu. Kalo semua orang berpikiran sama seperti itu.. Apa jadinya GET*? Tiba-tiba semua pengurus.. 13 orang ini berpikiran sama. "Ngapain capek-capek kerja.. Duduk aja manis-manis.." Nggak lah tetep ada yang harus kerja. Kalau bukan kita siapa lagi?

V : Ah! Itu mah serahin aja ke Gereja. Itu kan Gereja punya acara..

M : Terserah deh apa kata you. Pokoknya, buat gw.. Selagi gue masih mampu melakukan yang terbaik bagi Tuhan, gue akan lakukan.. Dan gue yakin kalo Tuhan juga akan disenangkan dengan apa yang gue lakukan.

After that, the voice is gone. Amazingly, I gained strength and 'mood' to finish all the tasks for this Friday. Thank God!

*GET : Grow Equipped Transform, sebuah ibadah yang diperuntukkan untuk dewasa muda di GPIA Immanuel Taman Duta Mas. For more info: http://www.facebook.com/getcommunity

Monday, May 31, 2010

call me 'work-a-holic'

Some of my friends call me "work-a-holic".. Simply because I stay up late most of the time to finish my job or tasks. I don't want to argue over terminologies. It's okay if they see me that way. But allow me to list some reasons why I HAVE TO stay up late.

1. I'm a night person
I can think better and more efficiently at night.

2. I don't like leave things half-way done.
If I have to finish a task, I really have to finish it straight away. Postponing will only ruin my mood in finishing it, because tomorrow holds a brand new job for me.

3. I'm often faced with a deadly deadline.
Yeah.. May be I'm bad at time-management. How about this.. The deadline is coming soon, and you find out that your group members are not pulling their weight, they haven't finished the job assigned.. And the clock is ticking. I consider myself as a perfectionist. I don't like to get a bad mark (at least that's what my parents taught me up to now)... So, I'll do anything to save the sinking ship! Finishing my jobs (and my fellas' too) and racing with the time limits, so the task can be submitted on time.

4. I have a family to be taken care of.
Living with two little kids is harder than it might appear. I'm not saying that I regret having them.. But yea, adjustments just have to be made in order to keep everybody happy. I have to put my son to bed in the afternoon, drive him to school back and forth, entertain the kids, do some grocery shopping, share computer with them, have a special time with my husband, etc etc. And I mostly do it all in the afternoon. Easier said than done, huh?

I think I've got enough reasons.

Friends, I also wanna live a normal life! I don't want to sleep late, since I know it's bad for my health... But at the moment, it's the only choice I have, or things will never get done. If I could find another options, I would be glad to do it.

The only option that I have is.. Giving up what I'm doing at the moment, and that would be my job and my ministry.. What do you think?

Green with Envy

I was browsing through my friends' tweets on twitter.. And suddenly I'm green with envy.. I know I shouldn't.. But can't deny it, I'm jealous.

I love to hang out with friends. As I'm reading through their tweets, deep inside my heart, I really really really want to join them. But I can't. First, I live far far away from them. Second, I have a family to be taken care of. And of course, third.. I wasn't invited :p

Oh well, there is time when you can hold on to your friends, and there has to be a time when you have to let them go. I cannot hold on to my friends forever.. With all the busy-ness, age gap, and any other reasons, friendship can be a bit loose. Just wanna let my friends know, that I'll always be here when you need to talk. Copying what my 'family-like' fella, Grace Budhi told me once.. I'm making myself available. ^^

If somebody asks, what the best thing happened to my life throughout the year is.. My answer would be friend & community. I successfully make friends with quite a lot of people, and I now have communities. Not only one.. there are 3 of them I might say.. (I'm calling them communities, but I still don't know whether they take me as a part of their communities :p.. But I'm happy already :D)

Oh Gosh.. I really wanna hang out now! Anyone available???

Tuesday, May 25, 2010

Happy ^^

Dunno why, there's a great joy in me tonight.

I feel so happy and blessed. ^^

Thursday, February 25, 2010

Everything Works For Good..

I believe that everything works for good.

Dalam kehidupan ini, ga jarang kita mengalami sesuatu yang buruk. Sesuatu yang mungkin memalukan, mengecewakan, menyedihkan.. pokoknya nggak enak banget deh. Dan terkadang yang orang-orang bisa bilang cuma "ambil hikmahnya aja deh.."

Yeah.. Bener banget sih. Kita nggak akan bisa menyesali apa yang telah terjadi. Toh it happened anyway, and nothing you can do untuk merubah apa yang telah terjadi itu. Tetapi, kita masih bisa merubah apa yang akan terjadi setelah kejadian yang tidak mengenakkan itu. We can't change our future, but we still can decide what we will do next.

Nggak secara kebetulan, beberapa hari yang lalu, I called someone through my Yahoo! Messenger. Awalnya iseng-iseng.. Just wanna say hi.. Di antara banyak orang yang onLine, nggak tau juga kenapa gue cuma nyapa dia doang. Nggak nyangka, yang awalnya mau say 'hi' ternyata berlanjut.. Dan chatting antara gw dan orang ini mewarnai perjalanan gue dari Kelapa Gading menuju Cibubur.

Temen gue ini lagi kebingungan. She's in love with somebody... BUT.. si cowoknya ini berbeda kepercayaan dengan dia. I'm shocked, but I'm trying to be neutral.

*Sekali lagi ini oret-oretan gue.. Ga ada yang boleh protes ya...

Akan sangat gampang buat gw untuk bilang.. "You have to stop it. It is not right.." Kalo kebetulan anda adalah seorang Kristen, anda pasti sudah tahu kenapa itu harus dihentikan. Terang tidak dapat bersatu dengan gelap... Dan janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tidak percaya.. Gw terlalu yakin kalau temen gw ini pun sudah TAU kalo she's falling for the wrong person.

This is what I said to her.. "I believe that you've known the truth." .. Dan dia mengiyakan. Dia sudah tau kebenaran, tapi ini soal perasaan.. Gue ga akan copy-paste the whole conversation here.. Tetapi, akhirnya gw ceritain pengalaman pribadi gue ke dia. Gue juga pernah jatuh cinta sama orang yang non-Kristen juga! Gue cerita bagaimana akhirnya gue ditegur sama Tuhan lewat khotbah gereja, dan lewat temen gw, dan memutuskan hubungan tersebut. It's hard to let go.. Very hard.. Tetapi akhirnya gue bisa melepaskan hubungan itu.

I also said to her.. Cowok tersebut MUNGKIN adalah jodohnya. We never know. You've heard amazing stories on how people turn to God kan?? Tetapi we'll still have to wait and see. Tetap harus kita doakan dan minta Tuhan mengkonfirmasinya. How? Gue cuma bilang, "Cobalah doa.. Tuhan, kalo dia bukan jodoh saya, please take this feeling out of me.. and please help me to let him go." Dan temen gw ini bilang.. "Iya yah.. gak pernah kepikiran doa seperti itu.."

OK back to the topic.

Everybody looks at me and says I'm doing fine. Indeed I am. Tetapi itu Eva yang sekarang. Eva yang dulu adalah seorang cewek yang penuh dengan masa lalu yang bisa dibilang kurang baik. Gue pernah kena kasus gonta-ganti pacar. Hehehe.. Dah nggak jelas juga berapa korbannya. 6 or may be 7?? Dan dari kesemuanya.. gue yang mutusin pula, dengan berbagai macam alasan.

Gue sempet merenung.. kok ya bisa sih gue sebegitu mudahnya jatuh cinta sama cowok-cowok itu?? Kayak 'gampangan' banget.. Sedangkan sebage cewek harusnya jual mahal..

Tetapi uniknya... Love story gue sama cowok-cowok tersebut nggak ada yang sama! Gue harus menghadapi berbagai karakter cowok yang unik-unik. Tetapi herannya, ada beberapa orang yang curhat mengenai love story mereka.. It's like.. I can understand their feelings.. karena I've been in their shoes before! Gue dah pernah ngalamin hal-hal yang sama seperti yang mereka hadapi. Mungkin yah ga absolut sama.. Tetapi kok ya, gue selalu punya stories yang serupa dengan apa yang mereka alami.

I'm not claiming I'm a good advisor. I'm just sharing stories with them.. dan ya.. sometimes they can take it, sometimes they can't .. Tetapi setidaknya gue bisa bikin mereka comfort curhat sama gue, karena setidaknya gue merasakan apa yang mereka rasakan.

Dan saat ini, pertanyaan gue terjawab.

I believe that everything works for good. Walaupun mungkin itu masa lalu yang buruk buat gue, tetapi banyak pelajaran berharga yang bisa gue ambil dari kejadian-kejadian tersebut... dan mungkin bisa gue bagikan ke temen-temen gue juga, supaya mereka nggak mengalami apa yang gue alami.

The old quote is right. Experience is the best teacher. So, if there's any of you asking yourself why you are experiencing this and that.. trust me. Everything happens for a reason and for good. You might not know it now... But you'll find the answer sometime in the future. ^^